Apr 06

RAKYAT MENGWI, ABIANSEMAL DAN PETANG BULAT KE DR. ARYA WEDAKARNA

arya-wedakarna-0004

BADUNG UTARA  – Sejumlah Tokoh Badung Utara Bersama Dr. Arya Wedakarna ( Calon Senator RI Termuda No.Urut 41 ) Usai Peluncuran Gerakan Satyagraha Anti Syariah di Mengwi

CALON DPD RI INGATKAN HUKUMAN PIDANA BAGI KECURANGAN PEMILU

Kasus kecurangan Pilgub Bali 2013 silam menjadi catatan kelam bagi sejarah politik di Bali. Citra orang Bali yang jujur dan takut pada karma phala diuji dalam sidang hukum dan menjadi penanda bahwa orang Bali harus mempertahankan idealisme ketimbang menanggung malu dan harus masuk penjara karena berbuat curang. Hal itu diingatkan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center ) disela – sela pertemuan dengan rakyat Mengwi, Badung. ”Momentum Pemilu ini, umat Hindu di Bali harus bersatu. Saya minta jangan ada kecurangan sedikitpun. Terutama para petugas yang bekerja di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga suara dikawal ke KPUD masing – masing. Karena dizaman sekarang, sangat mudah menemukan dan mempidanakan oknum – oknum yang curang dalam Pemilu 2014. Saya hanya mengingatkan, jangan berbuat curang, dari pada nanti masuk penjara. Kasian anak dan istri kalau ada rakyat Bali yang masuk bui hanya karena menilep suara yang tidak seberapa. Apalagi saya dengar saksi – saksi dilengkapi dengan alat perekam video dan suara. Ini bisa jadi bukti hukum. Tolong pertahankan kejujuran. Saya percaya, umat Hindu di Bali sudah melek dan sadar.”ungkap Wedakarna.

Ia mengingatkan filosophy Hindu Dharma terkait hukum karmaphala. ”Sebagian besar TPS kita kan ada dibanjar adat, dan dibanjar adat itu ada Pelinggih, ada Betara dan leluhur. Beliau pasti menyaksikan kalau ada sentananya yang berbuat curang. Karena jika berbuat curang di  TPS, maka akan leteh semua. Percuma kita beryadnya jika curang. Maka dari itu saya minta Klian Adat di Banjar masing – masing untuk memberikan nasehat agar para walaka jujur dala tugas. Jika tidak, suara umat Hindu akan hangus dan hilang.”ungkap President The Hindu Center Indonesia ini. ”Saya juga ingatkan bahwa caleg Hindu apakah itu DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota harus bersatu. Saksi – saksi juga bersatu, jaga suara semeton Hindu kita. Jangan sampai dicurangi. Jika suara semeton Hindu dicurangi maka yang mewakiki Bali malah bukan SDM Hindu Bali. Apa mau begitu ? Saya minta sadarkan umat Hindu dipelosok desa, jangan sampai gerakan Syariah menguasai Bali di Pemilu 2014.”ungkap Doktor Ilmu Termuda di Indonesia ini. Dukungan terhadap gerakan Dr. Arya Wedakarna diungkapkan oleh Tokoh Muda Mengwi, Rai Wirata yang menyatakan Bali perlu orang yang konsisten berjuang. ”Belum pernah ada tokoh muda Bali yang bisa memberikan pencerahan begitu sistematis seperti Dr.Arya Wedakarna. Dukungan Badung Utara baik dari Pemuda Mengwi, Abiansemal dan Petang sudah bulat ke beliau. Kami akan bergerak untuk ideologi beliau. Kami anti money politic dan kami rela berjuang untuk ideologi Hindu dan Nasionalisme beliau. Dukungan kami ini tidak hanya terbatas di Pemilu 2014, tapi kami akan dukung program – program beliau untuk gerakan ekonomi Satyagraha anti Bank Syariah dan anti Ekonomi Syariah. Kami siap bela ekonomi Pancasila, apalagi sebagian besar rakyat Badung Utara adalah petani. Kami siap amankan 41.”ungkap Rai Wirata.