Oct 26

PEMUDA INTERFAITH DEKLARASI TOLERANSI DUA ARAH DI ISTANA

arya-wedakarna09647

ISTANA –   Abhiseka Raja Majapahit Bali XIX Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III  Bersama AA Ngrh Agung ( Puri Gerenceng), Surpi Arya Dharma ( VSI ) dan tokoh pemuda Hindu, Budha, Konghuchu, Islam dan Katolik di Istana Mancarwana Tampaksiring

Menindaklanjuti gagasan Forum Pemuda Bali Dwipa pada awal 2013 lalu di DPRD Bali, tiga tokoh muda internfaith Indonesia yakni Innayah Wahid ( Putri Presiden RI Abdurrahman Wahid / Director Executive Positive Movement Jakarta ), Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center ) dan Surpi Arya Dharma, S.Ag, M.Phil.H ( Ketua Vivekananda Spirit Indonesia ) bersama dengan Pemuda Hindu KMHDI, Pemuda Islam Ansor NU, Pemuda Budha Walubhi, Generasi Muda Konghuchu (Gemaku), dan Tokoh Muda Katolik (NTT) menggelar 1st Bali International Interfaith Youth Forum serangkaian peringatan tahun ke-11 Tragedi Bom Bali. Acara berlangsung sukses dihadiri oleh ratusan pemuda lintas agama dari seluruh Bali. Tampak juga A A Ngurah Agung ( Tokoh Puri Gerenceng Denpasar  ) yang Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali. ”Saya berharap agar peringatan Bom Bali tidak melulu didominasi asing.Nilai – nilai toleransi saat Bom Bali harusnya lebih diaktualisasikan dalam praktek toleransi dua arah.Pancasila tidak mengenal mayoritas dan minoritas, semuanya setara dan sejajar dimata konstitusi.Bagi orang Hindu Bali toleransi dan plurarisme itu sudah tuntas sejak zaman dahulu. Silahkan memaafkan tragedi Bom Bali, tapi jangan sampai melupakannya, siapaun warga Bali harus belajar dari sejarah. Dan saya yakin perubahan itu ada di tangan generasi muda.”ungkap Gusti Wedakarna dalam sambutannya.