Feb 20

KECAM PEMBONGKARAN PATUNG WISNU MURTI

 dpd-riKasus dan polemik pembongkaran Patung Wisnu Murti yang akan digantikan oleh Patung Bung Karno membuat Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa III,SE(MTRU),Msi bersuara. Disela – sela peresmian Relawan Arya Wedakarna di Tabanan, doktor termuda di Indonesia ini menyatakan bahwa tetap pada pendiriannya untuk menolak pembongkaran Patung Wisnu Murti sekalipun digantikan oleh Patung Bung Karno. ”Saya yakin, jika Bung Karno masih hidup, beliau tidak akan setuju simbol agama Hindu itu dibongkar, apalagi Bung Karno adalah pengagum ajaran Majapahit paham Waisnawa ( Wisnuisme ).Dulu beliau itu berhadapan dengan Faksi Islam saat BPUPKI 1945 agar Garuda Wisnu jadi lambang negara. Eh ini kok , ada pemimpin yang mengaku sebagai pengagum Bung Karno tapi tidak mengerti sejarah. Kasus Tabanan ini sudah jadi pembicaraan diseluruh Indonesia dan dianggap tidak populer dan membuat saya malu. Saya berjuang agar ajaran Bung Karno tegak kembali, eh di Tabanan malah nama Bung Karno jadi tidak populer. Ya jelas saya kecam.”ungkap Calon DPD RI Nomer Urut 41 ini. Ia juga menyatakan agar pemkab Tabanan segera menyelesaikan masalah ini dan jangan terlalu banyak berdiskusi lagi.

”Pemimpin itu tidak boleh ngotot, harus dengar aspirasi rakyat. Justru semakin ngotot maka pemimpin itu akan dijauhi oleh rakyat. Bung Karno itu bukan milik satu partai, tapi milik semua golongan. Saya sudah beri pesan berkali kali ke pimpinan di Tabanan, segera selesaikan masalah dengan cepat dan tuntas. Apa susahnya toh membangun kembali patung Wisnu Murti kembali ? Kan uang yang dipakai adalah uang rakyat, bukan uang pribadi si pemimpin. Jangan ngototlah,ini justru akan membuat nama Bung Karno jatuh. Saya sudah bicara dengan putra – putri Bung Karno di Jakarta, sebagian besar malah tidak setuju jika ada simbol budaya dan agama dibongkar dan menjadi ribut gara – gara Bung Karno. Solusinya silahkan cari lokasi lain di Tabanan untuk membangun patung Bung Karno, buatkan proklamtor tempat terhormat. Win – win solution lah. Kasian ini rakyat diadu domba, padahal umat Hindu di Bali harus bersatu.”ungkap Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali ini. ”Saya curiga kejadian ini sebagai pesanan salah satu kelompok agama. Karena di Kediri itu ada sebuah tempat ibadah non-Hindu yang disinyalir akan menyebarkan paham syariah di Tabanan. Dalam teori konspirasi itu bisa benar bisa tidak, tergantung rakyat menilai. Saya minta umat Hindu di Tabanan bersatu mengingatkan pemimpinnya.Maju Terus ! .”ungkap pendiri The Sukarno Center Tampaksiring ini.