Mar 27

UMAT HINDU BANGLI KOMIT STERIL BANK SYARIAH DAN SERTIFIKASI HALAL

arya-weda-56328

MARHAENIS – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III  (Calon Senator DPD RI Nomer 41 ) Bersama Masyarakat Bangli Di Susut Dalam Peluncuran Gerakan Ekonomi Satyagraha Anti Syariah

 

TERBENTUK RELAWAN 41 ARYA WEDAKARNA DISELURUH BANGLI

Alm.Shri Wedastera Suyasa dikenal sebagai pendiri PHDI bersama sejumlah tokoh Hindu lainnya di Bali, yang berhasil membujuk Presiden Sukarno untuk mengijinkan Parisadha Hindu Dharma ( Cikal Bakal PHDI ) pada 1959. Terbentuknya lembaga Hindu itu  menandai bahwa Hindu menjadi salah satu agama resmi di Indonesia. Dan perjuangan heroik para pahlawan Bali itu terus digelorakan oleh salah seorang putra pendiri PHDI yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteraputrra Suyasa III yang kini getol menolak halalisasi di Bali termasuk adanya Bank Syariah di Bali. Dan perlawanan ini disampaikan Dr. Arya Wedakarna saat bertemu umat Hindu di sejumlah titik di Bangli. ”Rakyat Bali, ayo kita awasi bersama Bank Indonesia (BI) di Bali sebagai alat negara untuk tetap menghormati budaya Bali dengan ekonomi Hindunya. Saya himbau, rakyat Bali jangan menabung di Bank Umum yang memiliki cabang syariah, karena diduga dana umat Hindu justru disalurkan pada pendatang non-Hindu. Lebih baik nabung di LPD, nabung di Koperasi dan nabung di BPR. Ayo cintai ekonomi Pancasila. Bangsa ini bukan negara agama, tapi NKRI. Simbol agama tidak boleh masuk kedalam sistem negara. Lihat saja bagaimana kebijakan Polri yang mengijinkan Polwan berjilbab belum lagi  UU Halal sebentar lagi disahkan. Ini negara sudah mengarah pada negara agama. Jika itu terjadi, rakyat Bali harus bergerak dan siapkan kemandirian ekonomi Bali.”ungkap Dr. Arya Wedakarna yang Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia ini.

Ia juga menambahkan bahwa adalah kewajaran jika orang Bali berbicara tentang gerakan Pancasila, mengingat Bali adalah paku jagat Nusantara dan penghalang utama terbentuknya Negara Islam Indonesia (NII). ”Rakyat Bali jangan mengira politik di Indonesia ini semua senang dengan Bali, banyak kelompok ekstrimis di Indonesia ini yang menganggap Bali adalah penghalang dari NII. Jadi perjuangan semua caleg di Bali ini sebenarnya adalah untuk menjaga NKRI agar tidak jadi negara agama. Pancasila harus dikedepankan. Pemilu adalah panggung yang tepat untuk menyuarakan eksistensi Bali. Dan ini terus disuarakan sampai Pemilu berikutnya. Jadi ini bukan perjuangan setengah – setengah.”ungkap President The Sukarno Center itu.  Dukugan akan ide ekonomi Satyagraha ini diungkap oleh Wayan Naris Adhi Putra ( Klian Adat Malet Susut Bangli ) yang menyatakan rakyat Bangli siap menolak Ekonomi Syariah. ”Kami ingin Bangli menjadi basis Hindu di Bali. Bangli telah memiliki Gurukula, memiliki IHDN dan memiliki pura – pura besar terkaiit dengan Kerajaan Hindu Bali. Kami titipkan pesan pada Gusti kami, Gusti Wedakarna agar semangat berjuang. Kami siap mengamankan konsep Bali Mawacara dan konsep Satygaraha yang beliau susun. Desa Adat sebagai benteng pertahanan Hindu siap mengawal.”ungkap Wayan Naris. Terkait dengan Pemilu 2014, Tim 41 Pusat, juga sudah  mengamankan kantong – kantong suara diseluruh Bangli melalui Tim Relawan 41. ”Seluruh tim relawan di Bangli yang tersebar di Susut, Bangli, Kintamani dan Tembuku sudah siap memenangkan Dr. Arya Wedakarna sebagai calon Senator RI dari Bali. Astungkara, Bangli bulat tekad untuk Dr. Arya Wedakarna.”ungkap Jero Awan ( Timm 41 ) asal Kintamani.