Oct 21

NY. I GUSTI AYU SUWITRY SEMATKAN DESTAR KE PRESIDEN RI

arya-wedakarna-jkowiPRESIDEN – Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry ( Istri Tokoh Besar PNI Bali Shri Wedastera Suyasa / Penglingsir Puri Tegeh Kori ) Menyematkan Udeng Bali Pada Presiden RI Joko Widodo disaksikan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo

 

JOKO WIDODO APRESIASI PERJUANGAN DAN KONSISTENSI TOKOH PNI

 

Tokoh PNI Bali khususnya trah Puri Tegeh Kori Bali mengucapkan angayubagia atas dilantiknya Joko Widodo sebagai Presiden Ke-7 Republik Indonesia. Ungkapan ini langsung disampaikan oleh penglingsir sekaligus istri dari tokoh besar PNI Bali, (alm) Shri Wedastera Suyasa yakni Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa. Ditemui disela – sela syukuran Jokowi di ibu kota, Gusti Ayu Suwitry bersama keluarga Presiden Proklamator Bung Karno menyatakan kebahagiannya atas kelancaran prosesi upacara pelantikan. ”Saya masih ingat dengan sejarah zaman sulit pada Orde Baru. Ketika itu banyak orang Bali yang cari selamat dengan meninggalkan ajaran Marhaenisme Bung Karno. Saat itu, jika berani bicara Bung Karno, maka bisa ditanah. Saya masih ingat bagaimana swargi Shri Wedastera Suyasa harus mengubur ribuan buku – buku Bung Karno dihalaman Puri kami agar tidak kena swepping militer. Begitu juga selama 32 tahun keluarga Puri ditekan oleh orde baru hanya karena kami adalah pendukung Sukarno. Keluarga kami sudah kenyang dengan diskriminasi. Tapi akhirnya Sang Hyang Widhi Wasa telah membalas semua konsistensi dari kaum PNI. Sekarang alam semesta telah meninggikan derajat dari keturunan kami, memunculkan pemimpin – pemimpin muda yang bangga akan ajaran Bung Karno. Termasuk Jokowi yang menurut saya sebagai anak ideologis Bung Karno. Saya sangat berbahagia.”ungkap Ibunda dari Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Senator RI dari Bali ) ini. Lebih lanjut iapun mengungkapkan memori spiritual Jokowi saat di Bali yang selalu didampingi oleh keluarga Puri Tegeh Kori. ”Saya ingat, baru dua bulan Jokowi jadi Gubernur Jakarta 2012, Jokowi datang malam – malam ke Istana Mancawarna Tampaksiring untuk berdoa di Ruang Suci Nilapati Bung Karno. Beliau mau nunas tirta, dan sembahyang di sana. Dan ditahun 2014 ini, sebelumd dilantik, Jokowi juga datang ketempat kami di Museum Agung Bung Karno di Renon, juga untuk napak sejarah Bung Karno. Maka pantas ya, Jokowi direstui Bung Karno. Biang percaya sekali, sepintar apapun manusia Indonesia itu, tetap harus hormat pada budaya leluhur. Jangan sekali lupakan Bung Karno, beliau adalah Betara Kawitan orang Indonesia.”ungkap pendiri sejumlah yayasan sosial di Bali ini. Satu momen terpenting yang ia tidak bisa dilupakan adalah ketika menyematkan destar Bali kekepala orang nomer 1 di Indonesia itu. ”Mungkin tidak ada orang lain yang bisa menyentuh kepala Jokowi selama ini. Tapi beliau sangat baik, dan justru meminta Biang menyematkan ke siwa dwara (kepala) beliau, katanya untuk minta restu. Beliau sangat hormat pada orang tua. Ini yang harus diteladani anak – anak muda di Indonesia”pungkas Gusti Ayu Suwitry.