DEMI KEDAULATAN WANGSA BALI, BERHARAP TIDAK ADA GUGATAN KE MK

12391099_943456262401528_8259507850452712199_nTinjau – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Didamingi Ketua KPUD Denpasar Saat Meninjau Pilkada di Bali

SENATOR WEDAKARNA MINTA PIHAK YANG KALAH PILKADA LEGOWO

Peraih suara tertinggi di Pemilu DPD RI di Bali pada tahun 2014, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III akhirnya buka suara tentang dinamika politik di Bali yang terjadi pasca Pilkada 2015 lalu. Ia berharap agar semua pihak menghargai hasil kerja KPU, Bawaslu dan juga pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sudah bekerja keras untuk mensukseskan hajatan Pilkada Serentak, terlebih di Bali, 5 Kabupaten dan 1 Kota telah berlangsung Pilkada secara tertib dan damai, sehingga seyogyanya proses pilkada terutama usai penetapan KPUD harus dihormati. Ia memberikan nasihat bijak, bahwa diera transparan seperti saat ini, seluruh track record calon pemimpin itu dinilai dan terekam oleh masyarakat. “Sebagai wakil rakyat Bali dipusat, yang diberi amanah oleh lembaga DPD RI dan negara untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada Daerah tentu berharap agar Bali tidak gaduh usai penetapan KPUD. Gaduh yang saya maksud yakni tidak ada lagi gugatan dari pihak yang kalah ke MK. Legowo saja, sesama orang Bali harus bersatu. Malu jika masalah seperti ini sampai ke pentas nasional, maka terlihat wangsa Bali tidak bersatu. Pemimpin sesungguhnya dialam demokrasi yakni mereka yang siap kalah dan siap menang. Jadi itu harapan saya, agar kandidat yang kalah suara agar tenang, jangan menggugat ke MK dan mari bantu kandidat terpilih. Dengan kedewasaan seperti itu maka rakyat akan memberikan hormat.”ungkap Senator RI Wedakarna. Iapun berharap agar kedepan generasi muda Bali agar paham Kedaulatan Politik Trisakti sebagaimana yang disampaikan Bung Karno. “Politik itu adalah kesantunan dan tatakrama. Politik itu tidak hanya dinilai saat bertarung saja, tapi usai pertarungan juga menjadi perhatian rakyat. Bagi kandidat yang kalah kan masih ada waktu dan kesempatan diberikutnya. Jadi bukan akhir dari segalanya”ungkap Shri Gusti Wedakarna. Iapun mengingatkan hukum karma phala bagi kandidat yang bertarung dengan kecurangan, dan ia minta agar rakyat Bali bersabar. “Secara pribadi saya menilai masih melihat ada kecurangan disejumlah kandidat yang memenangkan Pilkada di Indonesia ini. Ada yang menyiapkan calon boneka, ada yang memobilisasi lewat birokrasi karena incumbent dan ada juga yang money politik. Walau mereka menang, tapi kita harus ingat bahwa alam niskala tidak tinggal diam.Bisa saja mereka menang dan berkuasa untuk sesaat, tapi kedepan hukum karma phala akan menghampiri. Jika tidak sipemimpin itu yang akan menuai, bisa saja Kutukan Pastuning Pastu ini akan merenggut keluarga, istri, anak dan keturunan mereka. Nama mereka akan musnah seiring dengan waktu. Jadi jangan pernah berpalinng dari kebenaran ( Dharma ). Ini nasihat saya untuk membesarkan hati para semeton yang belum bentuntung dikesempatan Pilkada kali ini. Sabar kemanten. Jika benar, pasti ada jalan. Intinya mari bangun kedaulatan dan gengsi Wangsa Bali sebagai manusia yang berkualitas leluhur.”pungkas Shri Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Sukarno Center ini. (humas)